Perasaan Kehilangan yang Aneh Sekali

kemarin siang, saya sms pak AS yang mengontrak rumah kami di Citra Indah, Jonggol. sekadar mengingatkan, mau melanjutkan sewa rumah atau tidak februari nanti.

tak ada jawaban.

tadi pagi saya sms ulang, saya cc juga ke nomor alternatifnya. beberapa menit berselang, hp saya berbunyi.

“bapak sudah meninggal september kemarin. saya istrinya,” tulisan di layar hp.

saya lemas.

saya ingat, bulan september tahun lalu, saya mengingatkan beliau untuk membayar iuran pemeliharaan lingkungan (IPL). dari nomor yang sama, istrinya mengabarkan kalau pak AS sedang di rumah sakit. saya segera meminta maaf, karena waktunya tidak tepat. lagipula, saya tentu tidak tahu apa yang terjadi di sana.

lewat sms, saya sampaikan harapan saya agar pak AS segera pulih dan sehat. lalu berselang beberapa hari, mereka melunasi IPL. saya kirimkan sms ucapan terima kasih. saya kira beres.

tapi pagi ini, setelah dikabarkan istrinya, saya tiba-tiba ingat suara pak AS. logatnya melekat di benak saya. dulu, mereka mulai mengontrak rumah itu agar istrinya tak terlalu capek. dari nada bicaranya juga, saya rasa ia sangat mengasihi istrinya.

“pak, maafkan jika ada kesalahan bapak ya,” bunyi sms terakhir Bu AS tadi pagi.

perasaan kehilangan yang aneh sekali menyergap saya. sampai saat ini, ya sampai detik ini []

Advertisements
%d bloggers like this: