Bertemu John Bevere

john bevere

Holy Stadium, Semarang, 8 September 2013

Amazing! Ketemu pertama kali dengan John Bevere, setelah 4 buku dan belasan transkrip videonya saya terjemahkan/edit dalam rentang 3 tahun. Beliau adalah bos MessengerInternational.org.

“Apakah kau pernah tinggal di US makanya bisa menerjemah?” tanya John. Saya hanya tertawa. “Saya tak pernah ke luar negeri, John.” Dia geleng-geleng kepala. Orang bule itu kadang lucu juga:)

Buku John Bevere dapat Anda peroleh melalui www.CloudLibrary.org secara gratis.

Advertisements

Penerjemah, Jembatan Antarbangsa

 

SABTU (24/8/2013), tak kurang dari lima puluh penerjemah (translator) dan juru bahasa (interpreter) profesional berkumpul di salah satu kafe nan anggun di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Mereka tergabung dalam Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI) yang dipimpin Eddie R. Notowidigdo (67). Didukung para sejawatnya, Eddie bersungguh-sungguh mengelola HPI sehingga profesi penerjemah dan juru bahasa semakin diakui eksistensinya.

Hari itu, mereka bersilaturahmi dalam Temu HPI Kompak. Pada sesi gelar wicara yang membahas Kongres XI HPI (30 November 2013) tampil empat penerjemah senior, yakni Eddie R. Notowidigdo, Hananto Sudharto, Rudy Hendarto, Wiyanto Suroso dengan pemandu Indra Blanquita Hurip. Selanjutnya digelar pelatihan singkat ”Kiat Penyuntingan Dalam Penerjemahan” dengan narasumber jurnalis senior Imam Jahrudin Priyanto (Wakil Kepala Pusat Data Redaksi dan Pengembangan Program Pikiran Rakyat) yang juga mahasiswa pascasarjana linguistik UPI.

Menurut Eddie, seorang penerjemah tidak cukup hanya mahir dalam bahasa sumber tetapi   harus juga menguasai bahasa sasaran. ”Karena pelatihan Sabtu waktunya singkat, saya berharap rekan-rekan memanfaatkan kesempatan untuk mengikuti pelatihan penyuntingan sehari penuh pada 12 Oktober 2013,” ujar Eddie yang lama bertandem dengan Anna Wiksmadhara (Sekretaris HPI) walau kini Anna sudah mundur karena alasan keluarga.

HPI didirikan 5 Februari 1974 dengan Ali Audah sebagai ketua pertama. Setelah sempat ”mati suri”, pada  2000 HPI dibangkitkan kembali oleh Prof Benny H Hoed yang kemudian terpilih sebagai ketua hingga 2007. Pada Kongres IX HPI 23 Juni 2007, Hendarto Setiadi dipercaya menjadi ketua. Sementara Eddie R Notowidigdo menjadi ketua pada Kongres X HPI 16 Oktober 2010.

HPI pun terus berkembang. Waktu Eddie terpilih sebagai ketua, organisasi ini baru memiliki 224 anggota. Dengan digelarnya berbagai program, kini HPI memiliki kurang lebih 950 anggota.

Dalam perkembangannya itu, HPI memiliki partner yakni milis Bahtera (Bahasa dan Terjemahan Indonesia) yang didirikan Bashir Basalamah, Sofia Fifi Mansoor, dan Wiwit Margawiati. Di milis yang beranggotakan 3.597 orang tersebut, berbagai istilah didiskusikan oleh para penerjemah dan juru bahasa yang berkedudukan di berbagai belahan dunia. Sementara di Facebook, HPI menyelenggarakan dua grup,  yakni Himpunan Penerjemah Indonesia dan HPI English Grammar Corner.

HPI kini sudah memiliki empat komisariat daerah (komda), yakni Jawa Barat, DI Yogyakarta-Jawa Tengah (digabung), Jawa Timur, dan Bali. Pada 5 Oktober 2013 nanti akan didirikan komda kelima, yakni Nusa Tenggara (NTB dan NTT). Sebagai organisasi profesi, sejak 2010 HPI menyelenggarakan Tes Sertifikasi Nasional (TSN). Mulai Oktober 2013 ini, HPI merencanakan penyelenggaraan TSN Penerjemah Umum dan TSN Penerjemah Hukum, sedangkan awal 2014 TSN Juru Bahasa.

Untuk pembinaan, HPI menggelar berbagai pelatihan dan lokakarya, baik menyangkut penerjemahan maupun penyuntingan bahasa terjemahan. Organisasi nirlaba ini juga menyediakan basis data dalam jaringan (daring) bagi penerjemah dan juru bahasa dengan nama Indonesian Directory of Translators and Interpreters di http://sihapei.hpi.or.id sebagai layanan bagi masyarakat umum dan para anggota HPI. Selain bermanfaat bagi para penerjemah, direktori itu pun memudahkan masyarakat untuk mendapat penerjemah profesional bermutu sesuai dengan kebutuhan. Direktori yang diluncurkan Februari 2013 tersebut juga sudah dilaporkan kepada Federasi Internasional Penerjemah (Fédération Internationale des Traducteurs/International Federation of Translators), dan kiprah HPI di ranah internasional semakin teruji. Perkembangan itu membuktikan bahwa kini para penerjemah dan juru bahasa sudah berperan sebagai ”jembatan” yang mampu mengokohkan hubungan bangsa-bangsa di dunia. (Imam JP/”PR”)***

imam