Jurus-jurus Bisnis dari Amerika

Judul: Solusi Bisnis dari Seberang
Penulis: Dr. Beni Bevly dan Jennie S Bev, DBA
Penerbit: Afton Asia, Jakarta
Genre: Bisnis
Jumlah Halaman: 194
Dimensi: 15,24 x 22,86 cm
ISBN: 978-602-97885-01
Edisi: I, Januari 2011
Harga: Rp. 58.500,-

Pernahkah Anda mendengar suatu department store menerima pengembalian roda mobil dari seorang pelanggan dan memberikan uang kepadanya walaupun jelas mereka tidak menjual roda mobil? Pernahkah Anda mendengar bahwa suatu toko menerima pengembalian sepatu yang rusak karena sudah dipakai tahunan dari pelanggannya dan memberikan uang kepadanya?

Di Indonesia, hal itu mustahil. Tetapi ini benar-benar terjadi di Nordstrom Inc. Department Store, Amerika. Kedua kasus di atas merupakan bagian dari ribuan kejadian di Nordstrom. Anda dapat memperoleh penjelasan tuntas perihal strategi layanan konsumen ini dalam artikel berjudul Customer Service Kelas Dunia di dalam buku ini.

Solusi Bisnis dari Seberang ditulis dua doktor business administration dari Amerika, yang berasal dari Indonesia. Keduanya merupakan praktisi, profesional dan pakar bisnis yang bermukim di Silicon Valley, USA.

Buku ini memuat 38 artikel yang dibagi dalam empat bagian. Artikel-artikel pada bagian pertama mendiskusikan berbagai business tool, menentukan mindset, juga meletakkan fondasi pengertian perihal resesi di Amerika yang pada akhirnya memengaruhi pola pengeluaran konsumen.

Bagian kedua, penulis menekankan integritas dalam berbisnis. Kecanggihan business plan berdasarkan business tool yang canggih ternyata bukan jaminan seratus persen terhadap kelanggengan bisnis. Bagian ini menggambarkan betapa pentingnya melatih dan menerapkan etika bisnis yang baik di kalangan internal karyawan, memperlakukan karyawan, pelanggan maupun pihak lain secara fair.

Bagian ketiga menyuguhkan solusi-solusi bisnis di era post-modern. Mereka melihat bahwa globalisasi yang dipicu oleh kemajuan telekomunikasi, mahalnya sumber daya, kondisi global warming menciptakan peluang besar untuk terjun pada bisnis yang bersifat post-modern.

Pada bagian terakhir, mereka menitikberatkan pada layanan konsumen kelas dunia. Bagian ini memberi pandangan bahwa setiap tahapan proses berbisnis, dari mulai perencanaan, penyediaan bahan baku, perekrutan dan pelatihan karyawan, produksi, perlakuan akuntansi, pemilihan lokasi bisnis dan sebagainya harus berfokus pada kebutuhan pelanggan.

Dengan ketajaman gabungan antara pengetahuan akademis dan profesionalisme berbisnis di Amerika Serikat, kedua penulis ini menghadirkan solusi dan model bisnis yang kehandalannya telah teruji di tengah krisis ekonomi Amerika untuk diperkenalkan dan diterapkan di Indonesia.

Disajikan dengan bahasa yang populer, membuat buku ini mudah untuk dipahami dan diterapkan. Selain untuk para pebisnis dan calon pebisnis, buku ini bagus juga untuk dibaca oleh para eksekutif, dosen, dan penikmat masalah bisnis.

Yang agak disayangkan, buku ini tampaknya tidak lolos proofreading yang ketat. Beberapa ejaan masih terlihat keteteran. Namun demikian, hal itu tidak mengurangi keampuhan jurus-jurus bisnis memukau yang diusungnya. Selamat menikmati!

Slamat P. Sinambela, penerjemah dan penyunting lepas, tinggal di Semarang

sumber: http://analisisnews.com/analisis/resensi-buku/650-solusi-bisnis-dari-seberang

Advertisements

Peta Menjelajah Tiga Kajian

Peta Menjelajah Tiga Kajian
oleh Slamat P Sinambela
dilansir dari analisisnews.com,  Selasa, 28 Juni 2011

Judul Buku  : Communication, Cultural, and Media Studies: Konsep Kunci
Penulis     : John Hartley
Penerjemah  : Kartika Wijayanti
Penerbit    : Jalasutra, Yogyakarta
Cetakan     : I, Oktober 2010
Tebal       : xx + 340 hlm
ISBN        : 978-602-8252-47-8
Harga       : Rp 55.000

Komunikasi memasuki suatu fase intensif yang tak terkira sebelumnya. Budaya berkembang. Informasi menjadi sangat berharga dan angkasa menjadi batasannya. Perkembangan ini memicu lahirnya kajian-kajian yang bertalian dengannya.

Kajian Komunikasi, Cultural Studies dan Media tumbuh pada era 1960an dan 1970an ketika pendidikan yang lebih tinggi mulai melihat komunikasi, budaya dan media modern secara lebih serius.

Sebagai kajian yang relatif baru, Kajian Komunikasi, Cultural Studies dan Media dikenali karena kecepatan geraknya dan kerja penelitiannya yang inovatif. Juga oleh usahanya untuk mengatakan hal baru dengan cara baru.

Pada saat yang sama, kajian ini secara luas meminjam banyak teori dan wacana pelbagai disiplin akademik yang lebih mapan. Sebagai konsekuensinya, ada masa-masa sulit bagi pendatang baru di area ini. Communication, Cultural, and Media Studies: Konsep Kunci hadir untuk mengurangi kesulitan-kesulitan itu.

Seperti peta menjelajah, buku ini menjadi panduan lengkap dan jitu mengenai Kajian Komunikasi, Cultural Studies, dan Media. Buku ini memadukan sejumlah konsep kunci yang mungkin Anda perlukan dalam format yang dapat diakses, dan bagaimana konsep-konsep kunci ini digunakan—atau akan digunakan.

Penulis buku ini, John Hartley, adalah Profesor dan Dekan Fakultas Industri Kreatif di University of Technology, Queensland, Australia. Ia merupakan penulis banyak buku dan artikel mengenai televisi, jurnalisme, dan cultural studies.

Di dalam Communication, Cultural, and Media Studies: Konsep Kunci, Hartley tak hanya menyajikan definisi yang bisa jadi malah mempersempit pemahaman, tetapi menelusuri latar belakang sejarah kemunculannya, siapa pencetus pertamanya, konteks penggunaannya dan status mutakhirnya.

Dengan membaca sebuah konsep, pembaca awal yang punya daya kritis dan naluri meneliti akan diajak menelusuri lebih jauh berdasarkan bacaan lebih lanjut atau literatur terkait yang akan meluaskan horison dan wawasan ilmiahnya.

Namun, pada saat yang sama, dengan kesederhanaan penjelasannya, beberapa konsep mempermudah pembaca untuk memahami pengertiannya dan arti pentingnya dalam kaitannya dengan bidang kajian kita (hal. vii).

Harus diakui, beberapa konsep kunci amat sulit, bahkan mustahil untuk diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Untuk itu, penerjemah menyertakan beberapa kosa kata atau bahkan kalimat dari bahasa Inggris untuk menghindarkan pendangkalan atau pergeseran makna. Penerjemah juga menambahkan catatan kaki dengan kamus standar untuk memudahkan pembacaan buku ini.

Dengan penerjemahan yang cukup baik dan suntingan Idi Subandi Ibrahim, seorang  peneliti komunikasi politik, membuat buku edisi terjemahan ini cukup nyaman dibaca oleh mereka yang berniat merambah masuk atau meminati bidang-bidang kajian ini.

SLAMAT P. SINAMBELA, penerjemah & editor lepas

link terkait:http://analisisnews.com/analisis/resensi-buku/617-communication-cultural-and-media-studies-konsep-kunci