Kekhawatiran

Perikop: Mazmur 91:1-16
Nas: Serahkanlah segala kekhawatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu. – 1Petrus 5: 7

Setiap kali terbersit kekhawatiran akan masa depan—kesehatan, pendidikan—anak saya (maklum saja, saya baru menjadi ayah lima bulan lalu), saya selalu dikuatkan oleh sebuah kesaksian seorang pelayan di kota asal saya:

”Ketika saya mulai kuliah, ladang-ladang kopi kami berbuah lebat, harga kopi bagus, ayam-ayam ibu saya semua bertelur. Semua biaya kuliah, biaya kos dan biaya makan saya terpenuhi. Setelah saya menjadi sarjana, ayam semuanya kena tetelo, kopi pun bahkan tidak berbunga,” kata bapak itu.

”Tuhan mengatur semua keperluan hidup saya. Saya dapat mengandalkan-Nya. Semuanya tepat pada waktunya.”

Kekhawatiran memang seringkali muncul di saat kita membandingkan kerasnya kehidupan saat ini dan belum diketahuinya masa yang akan datang. Tetapi firman Tuhan, ”Serahkanlah segala kekhawatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu,” berimplikasi bahwa tak setitikpun kuasa ada di tangan saya untuk mengubah masa depan anak saya. Dan, tentu saja, sebenarnya Tuhanlah yang memeliharanya.

Apa pun yang akan terjadi dalam kehidupan anak saya kelak, ia dapat bergantung total pada pemeliharaan Allah, yang akan menaunginya sampai akhir hidupnya.

Inilah satu keunikan iman Kristen. Sebuah iman yang dimulai dengan persetujuan atas berdaulatnya Allah atas segala kehidupan saya dan Anda. Dan, mengandalkan semua janji-janji-Nya atas masa depan kita. []

Kita mungkin khawatir akan masa depan, namun kita harus yakin bahwa Dia akan terus memelihara.

Advertisements
%d bloggers like this: